Artikel Lainnya

Kayu Cendana Gerbang Masuk Peradaban Tiongkok di Pulau Timor

Jul 02, 2018

Kayu Cendana (Santalum Album) merupakan salah satu jenis kayu termahal di dunia. Kayu ini memiliki aroma khas yang tidak dimiliki kayu lain. Konon kayu ini dulu digunakan untuk mengawetkan jenazah putri kerajaan. Ada dua jenis kayu cendana yakni kayu cendana merah dan kayu cendana putih.  Kayu cendana putih memiliki kualitas yang lebih baik namun keberadaannya juga sulit ditemui karena perlu perawatan ekslusif untuk mengembangkannya. Kayu ini bayak di temui di daerah Nusa Tenggara Timur (Pulau Timor), Pulau Jawa, dan Sumatera.

Pada abad ke-16, Pulau Timor terkenal sebagai satu-satunya sumber cendana terbaik di dunia. Kayu ini jugalah yang menjadi gerbang masuknya pedagang-pedagang dari negeri Tiongkok. Cendana banyak digunakan oleh orang Tiongkok dalam skala besar sebagai bagian dari kegiatan religious, wewangian ruangan, aroma terapi, bahan obat-obatan, kosmestik, furnitur, sampai peti mati. Penduduk setempat memperdagangkan kayu cendana dengan cara menukarkannya dengan barang-barang keramik, sutera, besi, perak, dan barang mewah lainnya. Hingga kini banyak dijumpai keramik-keramik kuno yang ditemukan di Pulau Timor.

Kebutuhan kayu cendana yang tinggi membuat pedagang-pedagang dari Tiongkok tersebut tidak dapat meninggalkan Pulau Timor. Karena itu, mereka sampai mendapat julukan Sina Mutin Melaka (orang Cina berkulit putih dari Malaka) dari penduduk lokal . Banyak pendagang  Tiongkok yang akhirnya menetap di Timor dan menikah dengan penduduk setempat.

Asimilasi budaya pun terjadi di pulau tersebut. Salah satu pengaru kebudayaan Tiongkok di Timor adalah cara menghitung dengan menggunakan simpul-simpul tali dan berkas anak panah yang masih di pertahankan di sana. Selain itu, terdapat pula perpaduan budaya yang dapat dilihat dari tenunan ikat. Jika diperhatikan secara detail banyak ornament-ornamen tenunan yang dipengaruhi oleh kebudayaan Tiongkok.

Memasuki abad-18 pamor kayu cendana mulai meredup. Eksploitasi besar-besaran tanpa adanya penanaman kembali membuat kayu cendana semakin langka. Kayu cendana yang dulu menguasai komoditas perdagangan di NTT, kini hanya tersisa sedikit saja. Usaha budidaya yang sudah dikerahkan pun ternyata tidak mudah dan tidak bisa mengembalikan kejayaan kayu cendana. Julukan Nusa Cendana di tanah NTT kini hanya tinggal cerita. (Aspertina/TR)

 

Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building Floor 32nd Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta 12870. INDONESIA

Phone :+62 21-29820200. Fax : +62 21-29820144

Copyrights © 2011-2016. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.