Artikel Lainnya

Lontong Cap Go Meh

Mar 12, 2018

Hidangan yang satu ini dipercaya sebagai adaptasi Budaya Tionghoa terhadap masakan lokal Indonesia, selain bakso, mie goreng, lumpia, dan siomay. Lontong Cap Go Meh adalah makanan yang disajikan saat perayaan Cap Go Meh, atau 15 hari setelah Tahun Baru Imlek. Namun, Lontoh Cap Go Meh adalah fenomena khusus masyarakat peranakan Cina-Jawa, lain hal masyarakat Kalimantan, Sumatera, dan beberapa wilayah lainnya tidak mengenal makanan ini.

Bermula saat kaum laki-laki etnis Tionghoa yang mulai menikahi masyarakat lokal di Pulau Jawa untuk meneruskan keturunan, dan hingga akhirnya lahirlah peranakan Jawa-Cina.  Saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh, mereka menghidangkan  lontong yang disertai berbagai hidangan tradisional Jawa yang kaya rasa, seperti opor ayam dan sambal goreng, untuk mengganti hidangan yuanxiao (bola-bola tepung beras). Karena dipercaya bahwa lontong yang padat, dianggap berlawanan dengan bubur yang encer. Karena anggapan tradisional Tionghoa bahwa bubur adalah makanan untuk orang sakit maka dari itu menyajikan bubur saat Imlek atau Cap Go Meh dianggap membawa kesialan atau ciong.

Foto: Unilever Food Solution

Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building Floor 32nd Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta 12870. INDONESIA

Phone :+62 21-29820200. Fax : +62 21-29820144

Copyrights © 2011-2016. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.